Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
selamat datang di blog saya, terima kasih telah mengunjungi, di sini menceritakan pengalaman hidup, dari cinta, hingga masalah yg di hadapi .. buah pengalaman yg menjadikan blog ini penuh dengan kata - kata bijak, motivasi dalam hidup,, semoga bermanfaat .. Terima kasih Buat Ibuku, Keluargaku, Yg telah Mendukung sepenuhnya, Sehingga Perjalanan hidupku Takkan berarti Tanpa Kalian .. Miss U mom .. Seseorang Yg dekat Dgn saya, Insfirasi Saya, RUSI SYARIFAH, makasih Telah Hadir Di kehidupan Aku, Tanpa y Tidak mungkin Tercipta sebuah Motivasi, semangat hidup, sehingga mengerti Apa Itu Arti Kesabaran,, Makasih nda .. :)).. Buat Semua Sahabat - Sahabatku Di Magister management UNPAD, Terima Kasih Atas Bantuan y Selama ini Dan Supportnya, Pak Erwin, Pak Harsono, Dan Semua Yang Tidak Bisa Saya Tulis satu persatu .. Aku Sayang kalian ...

Minggu, 22 Januari 2012

Bisikan Hati di Tengah Malam oleh Agung Satria Kurniawan Akuji II pada 1 November 2011 pukul 2:32

Satu pengingkaran hatimu kembali ku dengar lagi malam ini. Pengingkaran terhadap semua rasa yang pernah kita lewati sebelumnya. Dan aku yakin jauh di lubuk hatimu paling dalam kamu masih ingat semua yang pernah kita rasakan sama-sama. Dan semuanya terasa seperti abu yang terbang tertiup awan. Terbuang jauh ke sudut kelamnya malam.
Andai dinding ini juga bisa bicara. Mereka yang menjadi saksi tawa, ceria, cinta, tangis kita bersama. Di setiap hari-hari yang kini kau tinggalkan. Kamu tak pernah tahu sakitnya aku saat kamu mulai tak disisi. Ragamu ada, tapi hatimu entah melambung jauh entah kemana. Kamu tak pernah tahu rasanya saat kamu bilang aku bukan siapa-siapa. Menganggap semua yang terjadi tidaklah berarti apa-apa. Seperti terdera lonceng besar yang memekakkan telinga hingga pecah kepala.
Selama ini kata-katamulah yang membuatku bertahan. Selama ini yang pernah kamu ucapkan dulu yang menjadi semangat hidupku. Memintaku untuk tidak menyerah. Karena Allah itu pasti adil. Tapi mungkin kamu lupa pernah mengatakannya.
Satu doa tak cukup, harus keduanya yang doa. Tapi aku tak tahu siapa yang kau sebut dalam doamu. Apakah itu aku?? Ataukah itu dia?? Coba lihat aku dengan tidak emosi!!! Tapi yang ku lihat adalah tetap saja kamu yang dulu. Kenapa yang ku lihat bukan amarahmu? Tapi di setiap malam-malamku adalah kamu yang dulu.
Yang ku punya hanyalah doa. Doa tulus seorang kekasih hatimu. Yang tetap menginginkanmu menjadi pelengkap hidupku. Menjadi ibuku, menjadi kakakku, menjadi teman baikku, menjadi sahabatku, menjadi kekasih hatiku dan juga menjadi lawanmu.
Aku tak berharta dan tak memiliki keindahan sepertinya. Tapi malaikat juga tahu. Cintaku merupakan cinta Allah yang disisipkan untukmu melaluiku. Untuk bersama kita kembali pada-Nya. Dan pertemuan kita pun bukan tanpa maksud. Allah pasti menghadirkanmu di sini atas kehendak-Nya. Karena kita tak pernah mengawalinya dengan kepura-puraan. Tak juga kita awali dengan kemunafikan. Semua mengalir begitu saja.
Dan aku akan tetap menunggu. Menunggu dan cuma kita yang tahu. Tanpa kata… Tanpa suara… Hanya isak tangis di setiap doa. Yang senantiasa ku panjatkan di sepertiga malam. Allah… Andai dia bukan jodohku. Aku hanya menantinya mengikat janji suci di hadapan-Mu. Dengan wanita yang berasal dari sejenisnya, sesuai dengan Syariat-Mu.
Dan setelah itu… Aku akan hilang laksana abu… Tanpa tersisa sedikitpun… Meski perih yang kan kubawa… Menjadikanku apatis terhadap cinta…
[ 24 menit menjelang pukul 2 dini hari ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Free Apple TM ani Cursors at www.totallyfreecursors.com